5 Game Online yang Gagal Total di Indonesia

yahoo images

Jaman sekarang, game online adalah game yang paling sering dimainkan oleh banyak orang diseluruh dunia. Game online juga tidak mengenal umur, mulai dari anak-anak, hingga orang dewasa.

Game online membuat kita bisa bermain sekaligus berinteraksi dengan orang yang tidak kita kenal sebelumnya. Apalagi sekarang dengan bermain game online kita bisa membuat prestasi dengan mengikuti turnamen, dikancah regional, nasional atau bahkan internasional.

Dari sekian banyak game online yang sudah booming di luar negeri, ternyata ada 7 game online yang ternyata gagal total ketika sampai di Indonesia. Kira-kira game apa saja itu?

5. League of Legends

League of Legends

Menjadi MOBA dengan komunitas terbesar di dunia ternyata tidak menjamin League of Legends (LoL) ini diminati oleh gamers di Indonesia. Walaupun gameplay League of Legend terbilang lebih mudah tetapi pamor League of Legends ini masih kalah dengan Dota 2.

4. Overwatch

Overwatch merupakan game online yang sangat diminati oleh gamers luar negeri. Game dengan genre First Person Shooter (FPS) juga selalu mengadakan event secara rutin dan bahkan sering membuat film pendek untuk menarik lore dan cerita di game ini. Namun karena Overwatch merupakan game berbayar dan butuh hardware yang tinggi membuat Overwatch gagal di Indonesia.

3. Rainbow Six Siege

Rainbow Six Siege

Game tactical shooter yang dimiliki Ubisoft ini sangat berkembang pesat di luar negeri. Dengan update map dan karakter yang konsisten dan dibuat semenarik mungkin, dan event yang sangat megah saat diselenggarakan. Namun lagi-lagi karena Rainbow Six Siege adalah game berbayar membuat Rainbow Six Siege kurang diminati oleh gamers di Indonesia.

2. Starcraft II

Starcraft II

Game ini bisa dibilang salah satu game eSports legendaris yang telah memiliki kultur eSports sejak lama. Game ini juga masih banyak diminati oleh gamers luar negeri karena gameplay dan originalitas dari game tersebut. Namun Starcraft II kurang diminati oleh gamers Indonesia. Padahal game ini masuk menjadi salah satu game yang berhasil masuk ke dalam Asian Games Jakarta.

1. Fortnite

Fortnite

Game dengan genre Creative Battle Royale ini merupakan salah satu game dengan komunitas terbesar sampai saat ini, karena selalu memberikan kejutan untuk pemainnya seperti bekerja sama dengan Avengers, dimana kita bisa bermain sebagai Captain America atau Iron Man dan juga bisa bermain menjadi Thanos. Fortnite juga game Free to Play, tetapi tak membuat game ini diminati oleh gamers Indonesia. Karena mekanisme gameplay yang terlalu rumit, dan kebutuhan hardware yang tinggi menjadi alasan kenapa Fortnite tidak terlalu diminati di Indonesia.

Sebenarnya game-game diatas gagal bukan karena game tersebut jelek atau tidak lebih bagus dari pesaingnya. Mungkin karena game tersebut masih sedikit komunitasnya di Indonesia, salah satu faktor game tersebut gagal juga karena membutuhkan spesifikasi hardware yang cukup tinggi membuat game ini masih kurang peminatnya di Indonesia.

Penulis : Issam Rayhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *