2 Kartu ‘Sampah’ Ini Sedang Viral di Indonesia

2 Kartu Ini Sedang Viral di Indonesia

Tulisan ini akan sedikit sensitif bagi beberapa pembaca, jadi….. rasain deh! Hehe.

Setelah klimaks yang kita semua rasakan setelah peristiwa 21-22 Mei 2019, dimana saya lebih fokus ke peristiwa kerusuhan ini dibanding dengan pengumuman pemenang Blog Competition Kotak Suara yang diselenggarakan April lalu, dan Alhamdulillah menang. Hehe. Terima kasih Kompasiana.

Setelah peristiwa 21-22 Mei 2019, semakin banyak kejadian yang tidak masuk akal yang terjadi di Indonesia. Jujur saja, saat dan setelah kejadian itu, saya sudah malas mengikuti berita tentang politik di Indonesia. 

Kadang membuat jengkel, kadang merasa simpati, tapi lebih sering memaki-maki. Karena malu dengan tingkah sesama rakyat Indonesia yang terkenal ramah ini, yang dikenal murah senyum ini, dan yang sebentar lagi akan dikenal bar-bar ini.

Bukannya berdamai, situasi malah semakin memanas. Kita dihebohkan dengan sidang di Mahkamah Konstitusi yang digelar selama 20 jam. WOW. Bapak saya sampai rela tidur didepan televisi dan Ibu saya sampai rela mengabadikan foto salah satu orang yang saya tidak tahu namanya siapa, dan di share di akun Facebooknya, menunjukkan kekaguman kepada orang yang telah mematahkan ekspektasi hakim saat itu. Membuat saya makin yakin untuk tidak ikut campur dalam urusan persidangan itu.

Akhirnya sidang pun selesai, Jokowi-Amin pemenangnya, dan mencatatkan rekor Pak Jokowi sebagai peserta pemilihan di ajang politik dengan rekor tak terkalahkan. Grup lowongan pekerjaan di domisili saya seketika pecah dan heboh, semua sudah siap untuk memantapkan diri untuk menjadi pengangguran. 

Apa yang akan saya lakukan setelah lulus kuliah nanti? Apakah saya juga akan membuat kartu Pra-Kerja dan bergabung dengan para pengangguran lemah itu? Ya, tentu saja! Saya juga akan membuat kartu Pra-Kerja karena saya ingin merasakan beberapa fasilitas yang akan membuat hidup saya tenang nanti, hanya menggoyang-goyangkan kaki saja dirumah, saya dapat duit dari pemerintah. 

Dan sekali lagi saya sadar, bukan seperti itu cara mainnya, bukan seperti itu prosedurnya, dan bukan seperti itu cara otak saya mencerna arti dan manfaat dari kartu Pra-Kerja itu.

Ntah karena sindiran atau memang keseriusan dari para pengangguran sejati ini untuk menunggu realisasi program kerja dari Pak Jokowi, banyak juga berita yang beredar bahwa sudah mulai banyak orang yang ingin ‘memantapkan diri’ menjadi pengangguran. Itu lah kenapa pendidikan seks dan pendidikan kewarganegaraan sangat penting diajarkan sejak kecil.

Kartu yang menyerupai KTP (Kartu Tanda Penduduk) dengan tulisan Pendukung PrabowoSandi juga mulai viral, mulai pecah, dan mulai heboh.  Memang sulit untuk dipercaya, tapi kartu ini mungkin jadi kartu tanda yang baru untuk negara baru yang mungkin akan terbentuk setelah Jokowi dilantik. 

Semua menyorak-nyorakkan Pancasila sila ke tiga “Persatuan Indonesia”, tapi tak sedikit pula orang ramai-ramai mendaftarkan kartu pendukung itu. Apakah saya juga harus membuat juga karena saya juga pendukung Prabowo-Sandi? Ya tentu saja! 

Saya suka memenuhi dompet saya dengan kartu-kartu yang saya sendiri tidak terlalu paham fungsinya untuk apa, yang saya paham hanya KTP sebagai tanda pengenal, NPWP karena saya sudah dewasa, SIM. STNK dan BPKB karena untuk jaga-jaga kalau ditilang polisi dan KTM karena saya mahasiswa.

Kartu lain penunjang kekayaan seperti kartu ATM saya punya. Tapi untuk menambah satu tempat lagi untuk kartu Pra-Kerja dan KTP pendukung? Oh, tentu saya akan membuatnya, dan meletakkannya didompet saya yang satu lagi.

Saya juga sempat membaca beberapa jurnal tentang Indonesia, banyak juga yang mengatakan Indonesia bisa hancur di tahun 2020, setahun lagi dong? Padahal Indonesia diajak lho sama Australia buat jadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Gimana nanti tuh?

Menurut saya 2 kartu ini cukup sebagai meme saja, kalaupun memang kartu Pra-Kerja berfungsi sebagaimana pemahaman rakyat kolot disekitar kita, bagus. Kalau tidak? Ya sudah.

Artikel ini dirilis di Kompasiana milik Issam Muhammad Rayhan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *